IRGC Iran Siap Berperang Jika AS-Israel Menyerang Lagi
Sabtu, 20 Juni 2026 – 10:50 WIB
Keuntungan IRGC dari Kesepakatan AS-Iran
Upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik membuka peluang ekonomi baru bagi Teheran. Namun, di balik potensi investasi asing dan pencabutan sanksi, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) diyakini akan menjadi pihak yang paling menguntungkan dari situasi ini.
Kekhawatiran atas Keuntungan IRGC
Sejumlah sumber senior Iran menyebut IRGC berada pada posisi strategis untuk meraih keuntungan ekonomi dari pelonggaran sanksi. Situasi ini menciptakan paradoks bagi Amerika Serikat dan sekutu Baratnya, di mana kesepakatan ekonomi dapat memperkuat organisasi yang masih dianggap sebagai kelompok teroris oleh AS.
Jejaring Bisnis Luas IRGC
Selama ini, IRGC telah membangun jaringan bisnis yang mencakup sektor minyak, energi, konstruksi, pelayaran, telekomunikasi, dan lainnya di tengah tekanan sanksi internasional. Organisasi ini didirikan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini dan kini semakin kuat di bawah Ayatollah Ali Khamenei.
Garda Revolusi juga dikenal sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Iran, sehingga lebih siap memanfaatkan peluang ekonomi pasca perang. Kesepakatan baru dapat membuka aliran dana besar bagi Iran, yang akan memperluas bisnis IRGC yang saat ini bernilai miliaran dolar.
Aliran Dana dan Pengecualian Ekspor Minyak Iran
Kesepakatan sementara memungkinkan pengecualian terhadap pembatasan ekspor minyak Iran. Selain itu, potensi akses terhadap dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS dan pencabutan sanksi lebih luas menjadi peluang bagi Iran jika kesepakatan komprehensif tercapai.





