Analisis Prediksi Harga Bitcoin: Masih Tertekan?

by

Bitcoin Jatuh di Bawah US$ 60.000 Bersamaan dengan Penurunan Harga yang Signifikan

Bitcoin telah mengalami penurunan di bawah level US$ 60.000 atau Rp 1,07 miliar, membuatnya mencapai level terendahnya sejak Oktober 2024. Penurunan ini merupakan penurunan lebih dari 50% dari rekor tertinggi Bitcoin tahun lalu yang mencapai di atas US$ 126.000 atau Rp 2,26 miliar. Pada pukul 8:40 pagi di Singapura, nilai Bitcoin turun 1% menjadi sekitar US$ 61.500 atau Rp 1,10 miliar pada hari Rabu.

Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Salah satu faktor utama dalam penurunan harga Bitcoin minggu lalu adalah pelepasan sebagian kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan milik Michael Saylor, yaitu Strategy Inc. Tindakan ini mengejutkan banyak pihak dan merusak keyakinan bahwa perusahaan tersebut tidak akan pernah menjual Bitcoin. Meskipun demikian, Strategy Inc. berhasil memberikan kepastian minggu ini dengan pembelian 1.550 Bitcoin senilai sekitar US$ 101 juta atau Rp 1,8 triliun. Meskipun jumlah pembelian ini jauh lebih besar daripada penjualan sebelumnya, kepercayaan pasar terhadap Bitcoin mungkin tetap rapuh.

Sinyal Teknikal Melemah

Bitcoin pekan lalu turun di bawah rata-rata pergerakan 200 minggu, yang merupakan indikator penting yang digunakan banyak pedagang untuk mengukur dukungan pasar. Penembusan di bawah level ini dapat meningkatkan kekhawatiran, karena menandakan bahwa reli Bitcoin mungkin akan terus menghadapi tekanan penurunan.

Meskipun pada titik terendah sebenarnya, opsi jangka panjang cenderung menunjukkan pergeseran yang lebih bullish, namun saat ini kondisi tersebut belum terwujud. Investor dan pelaku pasar Bitcoin perlu memantau perkembangan selanjutnya dengan cermat untuk mengantisipasi potensi pergerakan harga selanjutnya.

Source link