Risiko Quantum Computing pada Industri Perbankan vs Bitcoin

by

Miliarder Tim Draper: Komputasi Kuantum Lebih Berbahaya Bagi Bank Daripada Bitcoin

Miliarder dan investor asal Amerika Serikat, Tim Draper, terkenal dengan proyeksi harga Bitcoin yang selalu menarik perhatian. Namun, targetnya untuk harga Bitcoin mencapai US$ 250.000 tidak terwujud sejak pasar kripto mengalami tekanan hebat sepanjang 2022, termasuk keruntuhan bursa kripto FTX.

Revisi Proyeksi Harga Bitcoin

Setelah berbagai hambatan, Draper kemudian merevisi proyeksinya dan memperpanjang target hingga tahun 2025. Ia menilai regulasi yang ketat di Amerika Serikat menjadi salah satu penghambat inovasi dan pertumbuhan industri kripto. Memasuki awal tahun 2026, Draper kembali menegaskan keyakinannya dengan memperkirakan harga Bitcoin mencapai US$ 250.000 dalam waktu sekitar 18 bulan ke depan.

Ancaman Quantum Computing

Meski begitu, ancaman quantum computing terhadap Bitcoin masih menjadi perdebatan serius. Sebuah white paper yang diterbitkan Google Quantum AI pada Maret 2026 mengungkapkan bahwa hambatan teknis untuk membobol sistem kriptografi ECDSA-256 yang digunakan Bitcoin kini diperkirakan lebih rendah dibanding sebelumnya.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa diperlukan kurang dari 500.000 qubit fisik untuk memecahkan sistem kriptografi Bitcoin, atau sekitar 20 kali lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada tahun 2019. Sebagai respons terhadap potensi ancaman tersebut, komunitas pengembang Bitcoin mulai menyiapkan berbagai solusi, termasuk proposal BIP 360 atau Pay-to-Merkle-Root untuk membawa format alamat Bitcoin yang lebih tahan terhadap serangan quantum computing.

Risiko Terbesar di Sistem Keuangan Tradisional

Perdebatan mengenai seberapa besar ancaman teknologi kuantum terhadap Bitcoin masih akan terus berlanjut. Namun, bagi Draper, risiko terbesar dalam waktu dekat tidak terletak pada jaringan Bitcoin, melainkan pada sistem keuangan tradisional.

Source link