Strategi Cadangan Dolar: Tips dari JPMorgan untuk Sukses

by

JPMorgan Memprediksi Strategy akan Terus Membeli Bitcoin

Menurut analis JPMorgan, Strategy diprediksi akan terus melakukan pembelian bitcoin. Mereka menyebutkan bahwa jika tren pembelian ini berlanjut hingga tahun ini, maka diperkirakan sekitar US$ 32 miliar atau Rp 576,64 triliun akan diinvestasikan dalam bitcoin pada tahun 2026. Angka ini mengalami kenaikan dari sekitar US$ 22 miliar atau Rp 396,44 triliun pada tahun 2025 dan 2024. Peluang pembelian bitcoin tersebut juga telah direvisi dari perkiraan sebelumnya sejumlah US$ 30 miliar atau Rp 540,60 triliun yang diungkapkan bulan lalu.

Strategy Menjadi Fokus Utama

Dari sudut pandang para analis, pergerakan positif pada paruh kedua tahun ini akan sangat dipengaruhi oleh kejelasan strategi Strategy dalam memenuhi pembayaran dividen sebesar US$ 1,7 miliar atau Rp 30,63 triliun per tahun, serta pengesahan RUU struktur pasar kripto atau Clarity Act.

Peluang RUU Kripto Disahkan di Bawah 50%

Meskipun begitu, para analis menilai peluang RUU tersebut disahkan pada tahun ini kurang dari 50%. Mereka menyebutkan bahwa jendela waktu yang sempit mengingat mendekati pemilihan paruh waktu AS, perdebatan seputar imbal hasil stablecoin yang masih berlanjut, dan berbagai hambatan lainnya yang masih harus dihadapi.

Secara menyeluruh, analis saat ini lebih berhati-hati terhadap aset digital. Dalam laporan terbaru Alternative Investments Outlook and Strategy yang diterbitkan pada Februari, mereka sebelumnya memberikan peringkat “overweight” dan “positif” terhadap aset digital untuk tahun 2026.

Dorongan Investasi dari Pihak Institusional

Hal ini dipicu oleh harapan akan peningkatan arus dana kripto yang didorong oleh investor institusional daripada investor ritel atau perusahaan perbendaharaan aset digital. Selain itu, pemulihan inflow dana institusional juga diperkirakan akan terjadi seiring dengan kemungkinan adanya regulasi kripto tambahan, termasuk Clarity Act.

Source link