Ini Langkah Eka Widodo Untuk Gencarkan Pencegahan Kebakaran Kemayoran

by

Eka Widodo: Pemda Perlu Tingkatkan Mitigasi Kebakaran di Permukiman Padat

Jakarta, VANUSNEWS.COM | Anggota Komisi II DPR RI, Eka Widodo, angkat bicara terkait musibah kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan 250 bangunan semipermanen hangus, 500 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan tiga orang terluka. Menurut Eka, kejadian ini menjadi bukti lemahnya mitigasi kebakaran di tingkat daerah.

Respons Lambat dalam Memadamkan Api

Eka Widodo menyoroti durasi pemadaman yang memakan waktu hampir tiga jam sejak laporan pertama kali diterima oleh petugas pemadam kebakaran pukul 20.55 WIB. Meskipun petugas merespons dengan cepat dalam delapan menit setelah menerima laporan warga, namun proses pemadaman terbilang lambat. Hal ini menunjukkan adanya hambatan struktural serius di permukiman padat, mulai dari akses jalan yang sempit hingga minimnya sumber air seperti hidran yang berfungsi.

Pencegahan Mandiri yang Agresif

Eka Widodo menegaskan, pemda harus beralih dari pola lama yang hanya fokus pada penanganan responsif setelah api membesar. Program proteksi kebakaran dini di permukiman padat masih bersifat formalitas, seperti yang terjadi di Kemayoran di mana hanya ada tiga unit APAR untuk satu RW. Menurut Eka, pemda harus berinvestasi pada sistem proteksi dini yang mandiri di tingkat grassroots.

Berkaca pada manajemen kebakaran kota-kota besar di negara maju, Eka mendorong Pemda DKI Jakarta untuk mengalokasikan anggaran mendistribusikan alat pendeteksi asap berbasis baterai ke setiap rumah di zona merah permukiman padat. Hal ini penting agar sinyal darurat aktif begitu ada indikasi asap tanpa harus menunggu hingga api membesar.

Selain itu, pemda juga disarankan untuk memberdayakan komunitas warga dengan pompa air pemadam portabel mini berkemampuan tinggi. Eka juga meminta kerja sama yang lebih intensif dengan PLN untuk membenahi kabel-kabel listrik yang semrawut dan menertibkan jaringan listrik ilegal di perkampungan kota.

Eka Widodo menutup pernyataannya dengan menjadikan tragedi Kemayoran sebagai momentum evaluasi total bagi Pemda DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Komisi II DPR meminta perbaikan sistem pencegahan dini yang lebih baik demi menghindari terulangnya tragedi serupa di masa depan. VN-DAN

Source link