Harga Bitcoin Tembus Rp 1,3 Miliar: Iran-AS Sebagai Pemicu

by

Harga Bitcoin Melemah Akibat Ketegangan Iran-AS

Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga menjadi US$ 73.142 atau sekitar Rp 1,30 miliar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi ini memicu kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko, termasuk kripto. Serangan udara yang saling dilancarkan antara kedua negara juga membuat Kuwait mengaktifkan sirene pertahanan udara sebagai tindakan antisipasi terhadap serangan rudal dan drone.

Potensi Zona Akumulasi Bitcoin

Analis menilai terjadinya penurunan harga Bitcoin bisa menjadi zona akumulasi yang menarik minat beli saat harga melemah. Namun, apabila Bitcoin tidak mampu bertahan di bawah level US$ 71,391, tekanan bearish diperkirakan semakin kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian Bitcoin berada di level 34,57, mendekati area 30 yang sebelumnya menjadi titik balik harga Bitcoin.

Meski demikian, kondisi tersebut belum menjamin pembalikan arah. Namun, level RSI yang menunjukkan tekanan jual mulai melemah dibandingkan sebelumnya memberikan harapan bagi para investor.

AS dan Iran Saling Serang

Situasi ketegangan antara AS dan Iran semakin memanas setelah AS melancarkan dua serangan udara terhadap fasilitas Iran dalam tiga hari terakhir. Iran pun memberikan respons dengan langsung menyerang pangkalan militer AS. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap rancangan perdamaian yang sedang dibahas dan mengancam akan melanjutkan operasi militer AS.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengancam akan mengambil langkah lebih tegas jika serangan AS berlanjut. Ketegangan di kawasan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas Selat Hormuz, yang telah lama menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar kripto dan aset global.

Demikianlah informasi terkini terkait penurunan harga Bitcoin akibat ketegangan antara Iran dan AS. Bagi para investor kripto, penting untuk selalu memperhatikan perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan investasi.

Source link