Sudjatmiko Mendorong Pembangunan Flyover Bekasi Pasca Kecelakaan KRL dan KA
JAKARTA – Anggota Komisi V DPRRI, Sudjatmiko, memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur setelah terjadinya kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line jurusan Cikarang pada 27 April 2026.
Sudjatmiko menilai insiden tragis tersebut sebagai alarm bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, dan semua pemangku kepentingan untuk menyelesaikan permasalahan perlintasan sebidang di Bekasi yang rentan kecelakaan.
Permasalahan Perlintasan Sebidang di Bekasi
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Bekasi memperlihatkan urgensi pembangunan flyover dan peningkatan sistem transportasi yang lebih modern dan aman. Hal ini merupakan langkah yang tidak bisa ditunda lebih lanjut.
Menurut kronologi kejadian, kecelakaan dimulai dari insiden sebuah taksi yang mengganggu operasional KRL di dekat Bekasi Timur. Hal ini berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Insiden tragis ini menyebabkan 16 korban jiwa dan puluhan korban luka.
Mendorong Prioritas Keselamatan Publik
Sudjatmiko menegaskan pentingnya mendukung pembangunan flyover dan underpass di titik-titik rawan untuk meningkatkan keselamatan publik. Komisi V DPRRI akan mengawal rencana pembangunan tersebut agar dapat diprioritaskan dalam program nasional transportasi.
Ia juga menyoroti kepadatan lalu lintas dan frekuensi perjalanan kereta di Bekasi yang menjadi risiko serius bagi keselamatan publik. Keselamatan transportasi harus menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur negara.
Tragedi di Bekasi diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi nasional terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian di kawasan urban. Modernisasi transportasi tidak hanya tentang kecepatan, melainkan juga keselamatan nyawa masyarakat.
Sudjatmiko juga memberikan apresiasi kepada Basarnas, BPBD, kepolisian, tenaga kesehatan, dan petugas PT KAI atas upaya evakuasi korban yang dilakukan dengan cepat dalam kondisi sulit.
Komisi V DPRRI berkomitmen untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan dengan memastikan keselamatan transportasi menjadi prioritas utama negara.





