CBA mendesak Prabowo copot Dirut PLN pasca blackout Sumatera

by






Pemadaman Listrik Massal di Sumatera Menuai Kritik Pedas dari CBA

Jakarta – Pemadaman listrik massal kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau pada Jumat (22/05/2026). Hal ini memicu reaksi keras dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Menurutnya, kejadian ini tidak hanya sekadar gangguan teknis biasa, melainkan mencerminkan kelemahan tata kelola dan kegagalan kepemimpinan PT PLN (Persero).

Kritik Terhadap Direktur Utama PLN

Uchok Sky menilai bahwa permohonan maaf yang disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan jajaran komisaris tidaklah mencukupi. Menurutnya, PLN harus bertindak lebih dari sekadar permohonan maaf untuk menyelesaikan masalah serius ini. Pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor, termasuk rumah sakit, UMKM, industri, dan pelayanan publik.

Dampak Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga merugikan sektor-sektor penting dalam masyarakat. Rumah sakit mengalami gangguan pada pelayanan kesehatan, UMKM mengalami kerugian akibat kerusakan barang dagangan dan berhentinya produksi, industri kehilangan miliaran rupiah, serta sekolah yang tidak dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal. Hal ini juga meningkatkan ketidakpastian investor terhadap kualitas layanan listrik di Indonesia.

Uchok Sky menegaskan perlunya tindakan nyata dari PLN untuk memperbaiki sistem kelistrikan nasional. Ia menyoroti bahwa hanya meminta maaf tidaklah cukup, tapi langkah konkret perlu diambil untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Desakan CBA kepada Presiden Prabowo

Center for Budget Analysis mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi kepemimpinan PLN dan mempertimbangkan pencopotan Darmawan Prasodjo dari jabatannya sebagai Dirut PLN. Jika pemimpin tertinggi negeri ini tidak segera mengambil langkah tegas, maka hal tersebut akan dianggap sebagai pembiaran terhadap kelalaian dalam tata kelola kelistrikan nasional.

Uchok Sky menegaskan bahwa penyegaran kepemimpinan diperlukan untuk memastikan peningkatan kualitas layanan listrik di Indonesia. PLN perlu melakukan langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kelistrikan yang ada.


Source link