Iran Diperkirakan Miliki Aset Kripto USD 7,8 Miliar pada 2025
Menurut data dari Chainalysis, total kepemilikan aset kripto Iran diperkirakan mencapai sekitar USD 7,8 miliar pada tahun 2025. Sekitar setengah dari jumlah tersebut diyakini terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sementara warga sipil Iran juga turut berkontribusi pada aktivitas aset digital di negara tersebut.
Warga Iran Perdagangkan Aset Kripto Senilai Miliaran Dolar
TRM Labs menyebutkan bahwa warga Iran diperdagangkan aset kripto senilai USD 11,4 miliar selama tahun 2024 dan sekitar USD 10 miliar pada 2025. Hal ini menunjukkan aktivitas yang signifikan dari individu-individu di Iran dalam pasar aset kripto.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberlakukan sanksi terhadap beberapa dompet digital yang terkait dengan pemerintah Iran. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memantau aliran dana yang dicurigai dipindahkan dari Teheran ke luar negeri, serta membidik seluruh jalur keuangan yang terhubung dengan rezim Iran.
Pembekuan Aset dan Keterlibatan Tether
Pada bulan April, terjadi pembekuan aset terhadap dua alamat dompet digital yang dikaitkan dengan bank sentral Iran, Bank Markazi. Sebelumnya, laporan juga menyebutkan bahwa perusahaan penerbit stablecoin Tether ikut membantu memblokir dua dompet tersebut setelah mendeteksi aktivitas yang diduga melanggar hukum.
Meskipun regulasi terkait aset kripto masih terus berkembang, langkah-langkah untuk memantau dan mengontrol aktivitas ilegal tetap menjadi fokus utama pemerintah dan perusahaan terkait. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan aset kripto dalam transaksi ilegal atau untuk tujuan yang merugikan.





