Bank of England Pertimbangkan Ulang Aturan Ketat untuk Stablecoin Pound Sterling
Ulasan Ulang Aturan untuk Stablecoin Berbasis Pound Sterling
Bank of England saat ini sedang mempertimbangkan ulang sejumlah aturan ketat terkait dengan stablecoin berbasis pound sterling setelah mendapat peringatan dari pelaku industri aset digital. Mereka menyatakan bahwa pembatasan kepemilikan dan persyaratan cadangan dana yang terlalu ketat dapat menghambat adopsi stablecoin tersebut.
Deputi Gubernur Bank of England, Sarah Breeden, mengungkapkan kepada Financial Times bahwa bank sentral tersebut sedang meninjau alternatif untuk rencana pembatasan sementara terhadap jumlah stablecoin yang dapat dimiliki baik oleh individu maupun perusahaan.
Evaluasi Aturan Cadangan Dana
Selain itu, Bank of England juga sedang mengevaluasi aturan yang mewajibkan minimal 40% aset cadangan dari stablecoin disimpan sebagai deposito tanpa bunga di bank sentral. Aturan tersebut dianggap terlalu konservatif dan perlu dipertimbangkan ulang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya United Kingdom untuk menjadi pusat kompetitif dalam industri aset digital, namun tetap memperhatikan stabilitas sistem keuangan. Saat ini, pasar stablecoin berbasis pound masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pasar global yang mayoritasnya didominasi oleh token berbasis dolar AS dengan nilai mencapai sekitar USD 300 miliar.
Dalam proposal regulasi yang dirilis pada November 2025, Bank of England mengusulkan batasan kepemilikan stablecoin Inggris sebesar 20.000 pound sterling untuk individu dan sekitar USD 13,5 juta untuk perusahaan selama masa transisi awal. Bank sentral berargumen bahwa aturan tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya perpindahan dana besar-besaran dari bank komersial ke bentuk uang digital baru.





