Spesifikasi Rudal Tomahawk AS yang Disita Iran: Khawatir Kekuatan Teheran

by

Iran Mempelajari Teknologi Rudal Tomahawk AS

Pada Minggu, 17 Mei 2026, konflik di Timur Tengah menarik perhatian dunia karena Iran dilaporkan mulai mempelajari teknologi Rudal Tomahawk milik Amerika Serikat. Rudal-rudal ini ditemukan dalam kondisi tidak meledak selama pertempuran antara Teheran, Washington, dan Israel.

Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Menurut laporan dari kantor berita Iran, Mehr, sejumlah rudal Tomahawk ditemukan dalam kondisi relatif utuh setelah ditembak jatuh atau mengalami kegagalan sistem peledak saat mengenai target di wilayah Iran. Bagi Iran, rudal-rudal ini bukan hanya puing perang, melainkan teknologi bernilai tinggi yang dapat memperkuat kemampuan persenjataan dalam negeri.

Reverse Engineering untuk Memperkuat Kemampuan Persenjataan

Perspektif Iran terhadap rudal Tomahawk sebagai sumber pengetahuan yang berharga untuk insinyur-insinyurnya diperkuat oleh sejarahnya. Iran dikenal aktif melakukan reverse engineering terhadap berbagai sistem persenjataan asing selama puluhan tahun menghadapi embargo dan sanksi internasional.

Laporan mengenai Iran mempelajari teknologi Barat belum diverifikasi secara independen, namun narasi ini tidak asing. Bahkan Pakistan pernah dituding mengembangkan rudal jelajah Babur dari serpihan Tomahawk yang ditemukan pasca-serangan AS ke Afghanistan pada 1998.

Kemampuan Militer Iran yang Tidak Terlumpuhkan

Meskipun klaim Iran mengenai pembelajaran teknologi rudal, laporan intelijen Amerika Serikat menyatakan bahwa kemampuan militer Iran masih jauh dari lumpuh. Iran telah memulihkan operasional ke beberapa situs rudal pasca-perang di sepanjang Selat Hormuz, menyisakan fasilitas bawah tanah penyimpanan misil dan infrastruktur pertahanan yang sulit dihancurkan.

Analisis militer Barat menyebut bahwa jaringan bunker dan terowongan bawah tanah Iran menjadi faktor utama dalam ketahanan stok rudal mereka meski digempur selama berhari-hari.

Kemampuan Perang Elektronik Iran

Media-media Iran juga mengklaim bahwa kemampuan perang elektronik mereka berhasil mengganggu sistem peledak beberapa rudal Tomahawk, menyebabkan kegagalan meledak sempurna. Klaim ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan efektivitas sistem senjata Amerika Serikat yang diandalkan.

Source link