Ideologi Pembangunan Prabowo Subianto: Fokus pada Kemandirian Nasional di Tengah Gejolak Global
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, dalam acara di Suites Hotel Surabaya, menilai kebijakan Presiden Prabowo sebagai manifestasi dari ideologi pembangunan berbasis realisme politik global.
Kebijakan Berbasis Konkrit dan Analisis Tegas
Teguh menjelaskan bahwa kebijakan Prabowo adalah jawaban konkret atas kegelisahan yang terungkap dalam buku Paradoks Indonesia. Ia menggunakan karya penting seperti Politics Among Nations dan The Tragedy of Great Power Politics untuk menganalisis kerangka berpikir tersebut.
Fondasi pembangunan Indonesia saat ini mengacu pada sistem internasional yang anarkis, membuat negara harus memprioritaskan keamanan dan kepentingan nasional melalui sistem self-help yang mandiri.
Kemandirian Ekonomi dan Kearifan Lokal
Prabowo menggeser paradigma ekonomi liberal menjadi ekonomi berbasis intervensi negara. Indonesia menerapkan inclusive security dan active neutrality dalam menjaga stabilitas kawasan.
Ideologi pembangunan Prabowo juga mencerminkan warisan pemikiran ekonomi ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, dengan fokus pada hilirisasi industri, trilogi pembangunan, dan pembentukan BPI Danantara.
Investasi dalam Modal Manusia dan Ekonomi Kerakyatan
Modal manusia dianggap sebagai aset terpenting, dengan program seperti Sekolah Rakyat dan akses pendidikan gratis. Program Makan Bergizi Gratis menjadi investasi strategis untuk mencegah stunting.
Pembentukan Koperasi Merah Putih dan pengembangan Energi Baru Terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya juga menjadi fokus dalam membangun kedaulatan ekonomi nasional.
Kesuksesan pembangunan memerlukan sinergi antara kebijakan negara dan dukungan masyarakat, menciptakan Indonesia yang kuat dan mandiri di panggung global.





