Ade Armando Mundur dari PSI, Adi Prayitno: Efek Bola Salju bagi Partai
Jakarta – Keputusan Ade Armando untuk mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi sorotan Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
Adi Prayitno menyoroti sejumlah pernyataan kontroversial Ade Armando belakangan ini yang dinilai dapat berdampak negatif terhadap elektabilitas PSI yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep.
Isu Sensitif Agama dan Identitas
Adi Prayitno menyatakan bahwa setiap pernyataan yang sensitif terkait dengan isu agama atau identitas memiliki potensi untuk menimbulkan efek bola salju yang luas dampaknya, terutama terhadap citra politik partai yang bersangkutan.
Ia menilai bahwa manuver dan kontroversi yang melibatkan Ade Armando berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap PSI, terutama dalam memperkuat basis dukungan untuk menghadapi Pemilu mendatang.
Adi Prayitno juga menduga bahwa PSI sedang melakukan perhitungan mengenai dampak politik dan potensi efek negatif apabila Ade Armando terus terkait dengan partai tersebut.
Peringatan Terkait Isu Sensitif
Adi Prayitno mengingatkan agar isu-isu sensitif terkait agama dan identitas tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu kegaduhan sosial dan politik yang lebih luas.
Menurutnya, pembicaraan mengenai hal-hal sensitif seperti ras seharusnya lebih bersifat pribadi dan tidak untuk konsumsi publik secara sembarangan.
Ade Armando sebelumnya memutuskan untuk keluar dari PSI karena sering menjadi sasaran kritik dan serangan publik atas berbagai pernyataannya.
Belakangan ini, Ade dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh aliansi 40 organisasi kemasyarakatan Islam terkait dugaan provokasi terhadap ceramah Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.





