Tips Optimalisasi Pelatihan Vokasi untuk Serap Banyak Tenaga Kerja

by

Menteri Ketenagakerjaan Tinjau Pelatihan Vokasi untuk Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dilakukan dengan memperkuat keterkaitan antara keterampilan lulusan dan kebutuhan industri.

Perkuat Program Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri

Menurut Menaker Yassierli, salah satu tantangan utama saat ini adalah kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan vokasi yang berkualitas untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Menaker juga menekankan pentingnya memperkuat program pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Ia meminta agar para instruktur meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Capaian Pelatihan Vokasi di BBPVP Serang

Pada tahun 2025, serapan lulusan pelatihan vokasi di BBPVP Serang mencapai 82%. Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan telah sesuai dengan kebutuhan pasar. Menaker berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan agar para lulusan mampu memenuhi kebutuhan industri.

Menaker juga melakukan peninjauan langsung terhadap workshop pelatihan untuk memastikan kesesuaian proses dengan kebutuhan industri. Selain itu, ia juga meninjau pelaksanaan pelatihan dan kegiatan walk-in interview untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Dalam dialog dengan peserta, salah satu peserta bernama Mohamad Adam Firdaus menyatakan bahwa pengalaman belajar di Workshop Elektro Mechanical Utility sangat mendukung. Ia menemukan fasilitas yang memadai dan materi pembelajaran yang mudah dipahami, bahkan ada materi yang belum pernah dipelajarinya di SMK.

Program Pelatihan Vokasi di BBPVP Serang

BBPVP Serang menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I pada 7 bidang keahlian, antara lain Teknik Las, Teknik Listrik, Manufaktur, TIK, Bisnis dan Manajemen, Fashion Technology, serta Teknologi Pengolahan Agroindustri. Komposisi pelatihan mencakup berbagai program yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Source link