Anggota DPR RI Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said, menyampaikan pentingnya menjaga etika dalam kehidupan demokrasi di tengah situasi politik yang makin panas. Dia menegaskan bahwa wajar ada perbedaan dalam pandangan terhadap kinerja pemerintah, termasuk dalam hal capaian Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Namun, perbedaan pendapat harus disampaikan dengan sehat, terbuka, dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari kompetisi politik yang seharusnya didasarkan pada gagasan, program, dan kontribusi yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Pasha juga mengutarakan keprihatinannya terhadap penyebaran narasi yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian. Menurutnya, hal tersebut bisa merusak demokrasi dan menyesatkan masyarakat. Dia menekankan pentingnya prinsip “sepakat untuk tidak sepakat” dalam kehidupan politik, dengan tujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah.
Kritik terhadap pemerintah adalah hak yang dijamin oleh undang-undang, namun harus dipisahkan dari ujaran kebencian dan serangan personal yang melanggar hukum. Pasha menjelaskan bahwa jika kritik berubah menjadi upaya merusak karakter dan reputasi pejabat publik, maka masyarakat akan merasakan dampak negatifnya.
Oleh karena itu, Pasha mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Semua pihak diminta untuk membangun dialog dan kompetisi politik yang konstruktif, tanpa menggunakan disinformasi, fitnah, atau kebencian sebagai alat untuk meraih keuntungan politik. Dengan demikian, diharapkan demokrasi di Indonesia tetap kuat dan menjaga keadilan serta partisipasi masyarakat yang sebenarnya.





