Anggaran Paskibraka DKI Jakarta Dipertanyakan oleh Center for Budget Analysis
Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti anggaran Paskibraka DKI Jakarta yang dianggap terlalu besar dan patut dicurigai. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan anggaran dari tahun 2025 ke 2026, namun penurunannya dianggap tidak signifikan. Uchok menekankan bahwa anggaran Paskibraka DKI Jakarta masih jauh lebih tinggi daripada daerah lain, seperti Kabupaten Sleman yang berhasil melakukan efisiensi anggaran secara signifikan.
Pengelolaan anggaran Paskibraka DKI Jakarta melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta serta suku dinas di enam wilayah. Anggaran pada tahun 2026 mencapai Rp12,9 miliar dan meningkat menjadi Rp13,5 miliar pada tahun 2025. Uchok menyatakan bahwa besarnya anggaran tersebut menimbulkan kecurigaan terhadap potensi korupsi dan praktik tidak wajar dalam pengadaan.
CBA mendesak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk melakukan audit menyeluruh yang melibatkan auditor negara guna memastikan transparansi dan akuntabilitas anggaran Paskibraka. Mereka juga meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan evaluasi total terhadap anggaran tersebut. Dengan demikian, kasus ini memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik karena melibatkan kegiatan nasionalisme seperti Paskibraka namun disoroti dari aspek penggunaan anggaran yang dianggap tidak efisien.





