Pernyataan pengamat politik tentang kemungkinan penjatuhan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai respons keras dari berbagai pihak. Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menegaskan bahwa isu makar atau upaya menggulingkan kekuasaan tidak boleh dianggap enteng. Meskipun demikian, ia melihat adanya kemungkinan skenario politik di balik pernyataan tersebut. Menurutnya, ada narasi di ruang publik yang mulai membicarakan penggulingan kekuasaan sejak Gibran Rakabuming Raka menjabat sebagai wakil presiden.
Hendri menegaskan bahwa cara pandang ini tidak benar karena Gibran memiliki dukungan politik yang signifikan, termasuk dari Presiden Joko Widodo. Ia menilai bahwa berbagai kekuatan politik saling terkait, sehingga setiap skenario harus dianalisis secara hati-hati, bukan sekadar spekulasi. Menurutnya, menjatuhkan satu figur untuk melemahkan yang lain tidak sesederhana seperti yang banyak orang bayangkan. Hensa juga menekankan bahwa Gibran tidak mudah dijatuhkan dan jika sudah berada dalam lingkar kekuasaan, akan ada upaya kuat untuk menjaga stabilitas.
Hendri Satrio menyoroti bahwa wacana mengenai ganti presiden tidak bisa dianggap enteng karena melibatkan kompleksitas peta kekuatan politik nasional. Ia juga menekankan bahwa upaya makar harus dihindari dan setiap pernyataan negatif terhadap pemerintah harus dievaluasi dengan hati-hati untuk menghindari ketegangan yang tidak perlu di masyarakat. Dengan demikian, penting bagi semua pihak untuk memiliki pemahaman yang komprehensif tentang dinamika politik yang ada demi kestabilan dan keharmonisan dalam negeri.





