Pemerintah mempercepat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren untuk mengatasi kesenjangan distribusi manfaat dengan sekolah formal. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya pesantren dalam ketahanan pangan nasional. Meski program MBG sudah berjalan, implementasinya di pesantren masih terbatas. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memperluas program ini ke pesantren di seluruh Indonesia.
Pesantren dipandang oleh pemerintah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai basis ekonomi dan ketahanan pangan komunitas. Karena itu, percepatan program MBG di pesantren dianggap sebagai langkah strategis dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. Alasan utama percepatan program ini meliputi kekuatan sosial pesantren dalam gotong royong, penguatan pangan komunitas untuk menjaga stabilitas nasional, dan dukungan terhadap kedaulatan pangan dalam negeri dengan memanfaatkan potensi lokal.
Pemenuhan gizi santri di pesantren juga dianggap sebagai agenda kemanusiaan yang penting. Pemerintah berharap pesantren tidak hanya menerima manfaat program MBG, tetapi juga aktif dalam mendukung distribusi dan pengelolaan program ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, diharapkan program MBG di pesantren dapat menciptakan generasi santri yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.





