Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Haris Pertama, mengkritik gerakan yang mendukung pemakzulan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, aksi jalanan, diskusi provokatif, dan konten opini yang tersebar di ruang publik bisa membahayakan stabilitas nasional dan tidak memberikan pendidikan politik yang sehat bagi generasi muda. Haris menegaskan bahwa demokrasi Indonesia memiliki mekanisme yang jelas dan konstitusional, sehingga upaya pemakzulan seharusnya tidak didorong melalui tekanan jalanan.
Dia juga menyayangkan narasi pemakzulan yang muncul meski menurutnya pemerintahan telah menunjukkan berbagai capaian positif dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir. Haris mengajak masyarakat untuk tetap objektif dalam menilai situasi politik dan tidak terbawa opini yang dapat mengganggu penilaian obyektif. Menurut catatan KNPI, pemerintahan dinilai telah mencapai sejumlah prestasi signifikan, seperti dalam pemberantasan korupsi dan penertiban sektor sumber daya alam.
KNPI menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan yang sah dan meminta seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Haris menegaskan bahwa pemuda Indonesia siap mengawal Presiden Prabowo hingga akhir masa jabatannya dan meminta agar perbedaan pandangan dalam demokrasi disalurkan melalui mekanisme yang sesuai dengan konstitusi.





