Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, dilaporkan sedang tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan medis di kota suci Qom. Informasi ini didasarkan pada laporan intelijen yang dikutip oleh The Times, dan menimbulkan pertanyaan tentang struktur kepemimpinan Iran dalam situasi perang. Sebuah memo diplomatik yang merujuk pada intelijen dari Amerika Serikat dan Israel, dan dibagikan kepada negara-negara sekutu di kawasan Teluk, mengungkapkan bahwa Khamenei tidak mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan karena kondisi medisnya yang serius. Memo tersebut juga mengungkapkan bahwa Khamenei sedang dirawat di Qom dan tidak dapat aktif dalam pemerintahan. Lokasi Sang Pemimpin yang sebelumnya dirahasiakan juga terungkap dalam memo tersebut, yaitu di Qom.
Perihal struktur komando Iran selama masa perang masih menjadi pertanyaan besar, dengan Mojtaba Khamenei tidak pernah terlihat di depan publik sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi. Menurut laporan, Garda Revolusi Iran dan unit militer lainnya tampak beroperasi tanpa struktur komando pusat yang jelas. Ketidakpastian dalam kepemimpinan terus berlanjut, dan diperkirakan otoritas Iran melakukan langkah-langkah untuk mencegah gangguan selama prosesi pemakaman Ali Khamenei. Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979, menggantikan ayahnya setelah tewas dalam serangan udara di awal konflik. Kesimpulannya, situasi kepemimpinan Iran yang belum pasti dalam konteks perang masih menjadi topik utama yang perlu dipantau.





