Menurut analis JPMorgan Chase, aliran modal aset digital kripto diprediksi turun menjadi sekitar USD 11 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Penurunan ini menunjukkan perubahan dalam komposisi investasi kripto, dimana pembelian oleh perusahaan dan pendanaan modal ventura menjadi fokus utama dibandingkan dengan permintaan institusional dan ritel seperti sebelumnya.
Data dari coinmarketcap menyebutkan bahwa tim JPMorgan memperkirakan total aliran aset digital mencapai sekitar USD 11 miliar pada kuartal I tahun 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar sepertiga dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh perubahan regulasi dan permintaan ETF.
JPMorgan sebelumnya mencatat total arus masuk sekitar USD 130 miliar selama tahun 2025, jauh lebih tinggi dari angka yang terlihat saat ini. Dengan tren yang terlihat pada kuartal pertama, diprediksi arus masuk aset digital tahunan hanya akan mencapai sekitar USD 44 miliar, jumlah yang jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Metodologi yang digunakan oleh JPMorgan dalam melacak arus masuk aset digital ini telah memberikan gambaran yang jelas tentang tren pasar. Pada tahun 2024, JPMorgan mencatat arus masuk bersih sebesar USD 12 miliar setelah melakukan penyesuaian terhadap pergerakan dana dari dompet bursa ke ETF Bitcoin spot.





