Strategi Unggul Melewati Tekanan Pasar Kripto

by

Perusahaan kripto Strategy telah berhasil membuktikan kemampuannya untuk bertahan di tengah tekanan pasar kripto dan tetap menjadi pemegang aset terbesar di dunia. Dalam sebuah catatan analis Bank Investasi Bernstein, disebutkan bahwa Strategy mampu mengakumulasi lebih dari 762.099 Bitcoin dengan nilai sekitar USD 53,2 miliar atau Rp 900,03 triliun pada Selasa. Meskipun harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 20% pada awal tahun 2026, Strategy diprediksi akan mencatatkan pendapatan kuartalan terbesar kedua sejak mulai mengakumulasi Bitcoin pada 2020.

Menurut analis, harga Bitcoin kemungkinan telah mencapai titik terendah setelah turun dari titik tertinggi USD 126.000 menjadi USD 63.000 bulan lalu. Mereka memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan mencapai USD 150.000 pada akhir tahun, naik 114% dari harga saat ini sebesar USD 70.000. Platform pasar prediksi Myriad juga mencatat perbedaan pendapat di antara pengguna mengenai prospek jangka pendek Bitcoin, dengan peluang sekitar 50/50 apakah harga akan naik ke USD 84.000 atau turun ke USD 55.000.

Strategy menarik perhatian analis dengan kemampuannya untuk terus meningkatkan persediaan Bitcoin di tengah penurunan pasar. Sejak awal tahun ini, perusahaan telah menambahkan sekitar 86.000 Bitcoin ke simpanannya. Keseluruhan kepemilikan Bitcoin Strategy saat ini tercatat sebesar 762.099 Bitcoin. Dengan pencapaian ini, Strategy membuktikan diri sebagai salah satu pemegang aset kripto terbesar dan mampu tetap solid di tengah gejolak pasar.

Source link