Joe Kent, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, mengundurkan diri pada hari Selasa dengan alasan keberatan terhadap perang di Iran. Dia menyatakan bahwa tidak bisa mendukung perang di Iran dengan hati nurani yang baik karena Iran tidak merupakan ancaman langsung bagi AS. Kent juga menyoroti tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat sebagai pemicu perang tersebut.
Dalam surat pengunduran dirinya, Kent menekankan dukungannya terhadap agenda kebijakan luar negeri anti-intervensi yang pernah dikampanyekan Presiden Donald Trump. Namun, Kent merasa Presiden Trump berubah pikiran musim panas lalu terkait perang di Timur Tengah, yang dinilainya sebagai jebakan yang merampas nyawa para patriot Amerika.
Meskipun sebelumnya memuji kebijakan Trump yang tegas dan berhasil dalam beberapa hal, Kent juga menyebut adanya disinformasi dari pejabat tinggi Israel dan media Amerika yang merusak platform ‘America First’ Trump dan menyerukan perang dengan Iran. Kent sendiri memiliki pengalaman di Irak dan pasukan khusus Angkatan Darat serta CIA, di mana istrinya tewas dalam serangan bom bunuh diri di Suriah pada tahun 2019.
Sebelum menjadi Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, Kent mencalonkan diri sebagai anggota Kongres namun kalah dua kali. Kontroversi seputar hubungannya dengan kelompok nasionalis kulit putih juga mengiringi kariernya. Kent sendiri mulai mempertimbangkan pencalonan sebagai anggota Kongres setelah mantan anggota DPR memutuskan untuk memakzulkan Trump setelah serangan 6 Januari. Kent mengalami kekalahan dari anggota DPR Partai Demokrat dalam dua kesempatan.





