Inflasi AS Stabil di 2,4%: Dampaknya Terhadap Pasar Kripto

by

Inflasi Amerika Serikat (AS) stabil pada Februari 2026, dengan tingkat 2,4 persen tahunan berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Hal ini menjadi sorotan investor karena potensi pengaruhnya terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto. Antony Kusuma, Vice President Indodax, menyatakan bahwa kondisi saat ini menandakan ketidakpastian pasar yang menunggu kebijakan moneter AS, terutama langkah suku bunga Federal Reserve.

Menurut Antony, angka inflasi Februari yang sesuai ekspektasi pasar memberikan stabilitas sentimen investor. Di dalam situasi ini, pelaku pasar cenderung lebih fokus pada arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko, termasuk kripto. Pasar saat ini berada dalam fase pengamatan dan menunggu perkembangan data ekonomi selanjutnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi bulanan AS naik 0,3 persen pada Februari 2026, sedikit lebih tinggi dari kenaikan 0,2 persen pada Januari 2026. Sementara inflasi inti (core CPI) yang tidak termasuk pangan dan energi naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan, sesuai dengan proyeksi analis.

Penting untuk dicatat bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Sebaiknya lakukan analisis dan evaluasi sebelum melakukan transaksi jual beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas konsekuensi keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link