Strategi Kelas Pekerja Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah bersama Partai Buruh

by

Konflik militer antara Iran dan sekutu Amerika Serikat dan Israel berpotensi memberi dampak negatif terhadap ekonomi global dan kelas pekerja di Indonesia. Diskusi daring yang diadakan oleh Partai Buruh melalui forum Imajinesia#11 membahas tentang “Strategi Ekonomi Politik Kelas Pekerja Menghadapi Eskalasi Geopolitik”. Menurut ekonom Dipo Satria Ramli, konflik geopolitik tersebut telah menyebabkan kenaikan biaya energi dan nilai tukar rupiah, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan risiko PHK.

Situasi ini juga berpotensi meningkatkan jumlah pekerja informal dan menurunkan daya beli masyarakat. Dipo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat di Indonesia. Sebagai langkah kebijakan, Dipo menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pengalihan anggaran untuk memperkuat subsidi energi.

Di sisi lain, Hizkia Yosie Polimpung dari Partai Buruh menyoroti konflik geopolitik yang dipimpin Amerika Serikat dalam upaya memperkuat posisi dolar di tengah tren dedolarisasi global. Dia menekankan pentingnya partai kelas pekerja untuk mendukung deeskalasi konflik dan penyelesaian sengketa internasional melalui diplomasi.

Anindya Sabrina dari Suara Marsinah Partai Buruh menambahkan perlunya sikap politik kelas pekerja dalam merespons dinamika geopolitik global. Dia mendorong pembentukan dana solidaritas bagi pekerja yang terkena PHK dan pembangunan lumbung pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Memperkuat resiliensi ekonomi di tingkat komunitas menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian global secara kolektif.

Source link