Reaksi pasar terhadap aset lain juga mencerminkan perilaku investor yang beragam saat terjadi goncangan geopolitik. Bitcoin mengalami penurunan hingga sekitar USD 63.000 saat para trader mengurangi eksposur pada aset berisiko, namun harga kemudian rebound mendekati USD 73.000 pada 4 Maret ketika pasar mulai stabil dan likuiditas kembali membanjiri pasar aset digital. Pergerakan perak juga mengalami volatilitas yang signifikan, dengan harga spot berkisar antara USD 83 dan USD 100 setelah mencapai lebih dari USD 100 per ons pada bulan Januari selama reli spekulatif.
Permintaan yang kuat dari industri terkait energi hijau dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terus mendukung tekanan pasokan jangka panjang. Robert Kiyosaki, yang sering menyebut emas dan perak sebagai “uang Tuhan” (God’s money), memandang bitcoin sebagai “uang rakyat” (the people’s money). Hal ini menunjukkan bahwa ketiga aset tersebut memiliki tempatnya masing-masing dalam portofolio investor.





