Anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam, memperhatikan peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran. Serangan ini telah memicu tanggapan balasan dari Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa wilayah, termasuk di Riyadh.
Aprozi menyarankan jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah, untuk tetap tenang jika terjadi keterlambatan kepulangan akibat situasi konflik. Dia juga menekankan pentingnya jamaah untuk terus berkoordinasi dengan biro travel dan mengikuti arahan dari Duta Besar RI serta perwakilan kementerian di Arab Saudi.
Politikus Partai Golkar ini meyakinkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pemulangan WNI yang sedang menjalankan ibadah umrah. Dia juga mengajak keluarga jamaah di Indonesia untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi kepada pemerintah.
Komisi VIII DPR RI juga menyarankan masyarakat yang belum berangkat umrah untuk menunda perjalanan hingga kondisi keamanan di Timur Tengah membaik. Aprozi juga meminta biro travel penyelenggara umrah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah yang tertunda kepulangannya, termasuk penginapan dan konsumsi.
Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan maskapai penerbangan, baik nasional maupun internasional, untuk memastikan proses pemulangan jamaah berjalan lancar dan aman. Aprozi optimis bahwa jamaah akan pulang dengan selamat, namun hanya masalah waktu yang akan menentukan kapan kepulangan mereka ke Tanah Air.





