Sebuah insiden yang melibatkan ratusan siswa SMAN 2 Kudus mengalami gangguan pencernaan akibat kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) dalam kuah soto dan sambal pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memperlihatkan keberadaan bakteri E-Coli dalam kuah soto dan sambal, yang kemudian menjadi dasar untuk dilakukannya evaluasi dan perbaikan. Proses pengolahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari diselidiki dan ditemukan belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan yang telah ditetapkan. BGN memandang kejadian ini sebagai pelajaran bagi pelaksana Program MBG di Kudus maupun mitra penyedia makanan di daerah lain, dengan menegaskan pentingnya standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa diabaikan. Sebagai langkah tindak lanjut, BGN akan memperkuat pengawasan, pendampingan teknis, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) untuk dapur penyedia MBG guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Tujuan utama dari evaluasi dan perbaikan ini adalah untuk menjamin program MBG memberikan manfaat yang aman, berkualitas, dan sesuai tujuan bagi anak-anak, serta sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Waka BGN: Gangguan Pencernaan Siswa SMAN 2 Kudus karena E-Coli pada Kuah Soto





