Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk Gaza dinilai penting dan memerlukan perencanaan diplomasi yang matang. Syamsu Rizal, Anggota Komisi I DPR RI, menekankan perlunya Kementerian Luar Negeri untuk menyusun peta jalan yang terukur guna memastikan bahwa peran Indonesia di forum tersebut sesuai dengan kepentingan nasional.
Dikatakan oleh Deng Ical, keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional dengan partisipan terbatas seharusnya dimanfaatkan secara strategis, dengan arah kebijakan yang jelas. Tanpa perencanaan yang komprehensif, kehadiran Indonesia di forum tersebut berpotensi tidak memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, koordinasi dengan unsur pertahanan serta keterbukaan informasi kepada publik sangat ditekankan untuk memahami peluang dan konsekuensi dari keterlibatan Indonesia.
Syamsu Rizal juga menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Board of Peace tidak mengubah komitmen terhadap kemerdekaan Palestina, sebaliknya meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam arah kebijakan perdamaian global. Menurutnya, kehadiran Indonesia di forum tersebut harus didukung oleh strategi yang solid, sebagai langkah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ranah percaturan global.
Dengan potensi Board of Peace menjadi forum internasional berpengaruh di masa depan, kehadiran Indonesia di dalamnya harus disertai dengan strategi yang jelas dan berkelanjutan. Hal ini bukan hanya tentang diplomasi sesaat, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat memengaruhi kebijakan global melalui kehadiran di forum tersebut. Selain itu, keterbukaan informasi kepada publik juga dianggap penting untuk menghindari persepsi keliru mengenai sikap Indonesia dalam dinamika politik internasional, terutama terkait konflik di Timur Tengah.



