Chief Financial Officer Nomura, Hiroyuki Moriuchi, mengungkapkan keputusan perusahaan untuk mengurangi posisi di pasar kripto setelah mengalami kerugian pada kuartal ketiga. Nomura telah secara resmi mengonfirmasi langkah ini dengan mengurangi risiko di anak perusahaannya, Laser Digital, yang beroperasi di Eropa dalam perdagangan kripto. Meskipun demikian, Nomura tetap mempertahankan komitmen terhadap bisnis aset digital dan ingin memperluas operasi bisnis terkait kripto dalam jangka menengah hingga panjang.
Perusahaan-perusahaan Jepang lainnya juga turut menunjukkan minat dalam berinvestasi di Bitcoin dan bisnis kripto meskipun kondisi pasar yang tidak menentu. Namun, bahkan perusahaan-perusahaan yang optimis sekalipun tidak luput dari dampak penurunan harga kripto baru-baru ini. Moriuchi menekankan bahwa Nomura sebagai pengelola kekayaan terbesar di Jepang, telah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi paparan risiko dan mengendalikan volatilitas laba jangka pendek.
Laser Digital sendiri telah mengajukan permohonan untuk beroperasi sebagai bank berstatus federal di Amerika Serikat, dengan harapan dapat memberikan layanan kustodian kripto dan perdagangan spot kepada perusahaan dan penduduk AS. Pada Desember 2022, para pejabat memperkirakan Laser Digital akan mulai menghasilkan keuntungan pada tahun 2024. Nomura, bersama dengan lima perusahaan manajemen kekayaan lainnya di Jepang, juga mengekspresikan minat untuk meluncurkan dana kripto bagi investor domestik.
Sebagai catatan, keputusan investasi atas kripto selalu menjadi tanggung jawab pembaca. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil serta konsekuensi keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul.




