Anis Matta Ingatkan 2026 sebagai Tahun Tantangan untuk Indonesia

by -148 Views

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, memperingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik global saat ini akan berdampak pada situasi politik di Indonesia. Anis mengatakan bahwa penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah memulai suatu situasi di mana tatanan dunia lama telah berakhir. Menurutnya, organisasi internasional seperti PBB sudah tidak relevan lagi, dan hukum internasional tidak berlaku. Anis juga menyoroti peran Amerika Serikat (AS) dalam menciptakan doktrin baru guna melindungi keamanan nasionalnya, dengan tujuan mengontrol jalur logistik dan investasi di seluruh dunia.
Dalam konteks ini, Anis mengamati bahwa proses transisi global saat ini sedang mengarah pada ketidakpastian yang mungkin berujung pada konflik global. Dia menekankan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya untuk menguasai wilayah seperti Greenland untuk menghalangi investasi Tiongkok dan membatasi pengaruh Rusia. Anis juga memprediksi adanya kerusuhan di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan untuk mengganggu investasi Tiongkok di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Mengenai peran Indonesia di tingkat global, Anis menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam perdagangan dengan negara-negara Islam. Dia menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah, seperti Gaza dan Somalia-Somaliland, untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat mengarah pada perang dunia. Anis juga menyoroti keikutsertaan Indonesia dalam badan perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump sebagai upaya untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut.
Dalam konteks tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Indonesia, Anis menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang berat bagi Indonesia. Dia menekankan pentingnya untuk mempersiapkan diri menghadapi goncangan yang mungkin terjadi di masa depan. Anis juga merencanakan tindakan strategis untuk mengubah zona konflik menjadi zona pembangunan di kawasan yang rawan konflik. Pada Rapat Koordinasi DPP-DPW Partai Gelora, Anis turut didampingi oleh tokoh-tokoh penting seperti Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik, dan Achmad Rilyadi, serta para fungsionaris Partai Gelora di seluruh Indonesia.

Source link