Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan kesiapan provinsi tersebut untuk memainkan peran strategis dalam pengembangan talenta digital nasional. Dukungan ini didasarkan pada upaya penguatan sektor pendidikan sebagai landasan utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Pelaksanaan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional melibatkan sekitar 2.600 tenaga pendidik, dengan 190 peserta hadir langsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan 2.410 pendidik lainnya berpartisipasi secara daring.
Jawa Timur dianggap memiliki keunggulan strategis untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional, terutama dalam penguatan ekosistem talenta digital. Dengan jumlah penduduk yang besar, beragam lembaga pendidikan, serta dukungan industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, provinsi ini dianggap memiliki modal penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Khofifah berpendapat bahwa Jawa Timur siap menjadi pusat talenta digital nasional dengan mengelola talenta dari dunia pendidikan secara sistematis, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional. Transformasi digital menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia, sehingga hal ini harus menjadi motor utama transformasi bangsa, bukan sekadar sektor pendukung.
Pendekatan ini sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa kualitas manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat, akan menjadi kekuatan Indonesia di masa depan. Dengan demikian, Jawa Timur siap untuk memainkan peran penting dalam menghasilkan talenta digital yang kompeten dan berdaya saing untuk kemajuan bangsa.



