Harga bitcoin (BTC) mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir, dengan pasar kripto saat ini cenderung waspada menyusul perkembangan perang dagang yang akan menjadi pembahasan dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin (BTC) melemah 1,98% dalam periode tersebut dan turun 0,90% selama seminggu terakhir, saat ini berada di posisi USD 91.165,74 atau sekitar Rp 1,54 miliar. Ajaib Panji Yudha, seorang ahli keuangan, menyatakan bahwa pasar kripto mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, dengan bitcoin sempat turun di bawah level USD 92.000 karena gejolak sentimen global.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai rencana pemberlakuan tarif 10% terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa, yang dilatarbelakangi oleh penolakan negara-negara tersebut terhadap rencana AS untuk mengakuisisi Greenland, menjadi salah satu pemicu sentimen negatif. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor untuk beralih ke aset aman seperti emas dan perak, yang masing-masing mencatat kenaikan harga yang signifikan.
Dalam situasi ini, investor diharapkan untuk melakukan analisis yang matang sebelum melakukan keputusan investasi, karena keuntungan dan kerugian yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil dari keputusan investasi yang diambil.




