Michael Saylor dari Strategy kembali memberikan isyarat terkait pembelian bitcoin (BTC) lebih lanjut setelah perusahaan tersebut mengumumkan telah membeli BTC senilai USD 1,25 miliar atau Rp 21,12 triliun. Dengan tambahan ini, kepemilikan BTC perusahaan ini sekarang mencapai lebih dari 687.000 BTC. Saylor menggunakan platform X untuk membagikan tangkapan layar dari StrategyTracker yang menunjukkan harga bitcoin beserta penanda “Bigger Orange” sebagai indikasi pembelian perusahaan pada masa lalu.
Strategy telah memulai tahun ini dengan pembelian 1.283 BTC senilai USD 115,97 juta atau Rp 1,96 triliun pada 4 Januari 2026, yang kemudian diikuti dengan pembelian lebih besar yaitu 13.627 BTC senilai USD 1,25 miliar atau Rp 21,12 triliun pada 11 Januari. Dari awal tahun, Strategy telah menambahkan 14.910 BTC ke dalam portofolio mereka. Dengan harga beli rata-rata per koin sebesar USD 75.353 atau Rp 1,27 miliar dan harga BTC saat ini berada di sekitar USD 90.000-an atau Rp 1,52 miliar, posisi Strategy tetap menguntungkan secara keseluruhan.
Namun, meskipun keuntungan dari perdagangan BTC tersebut, saham Strategy masih tertinggal selama setahun terakhir dan telah didanai melalui berbagai instrumen modal seperti penjualan obligasi konversi. Meskipun harga BTC turun menjadi sekitar USD 92.600 pada hari Senin, penurunan tersebut dipengaruhi oleh perselisihan tarif AS-Eropa yang mempengaruhi aset berisiko. Penting untuk diingat bahwa keputusan investasi selalu menjadi tanggung jawab pembaca, serta melakukan analisis yang cermat sebelum melakukan investasi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.





