Mengapa Harga Bitcoin Tembus USD 96.000? Analisis Lengkap

by -126 Views

Pasar kripto mengalami kenaikan signifikan setelah Bitcoin berhasil melampaui level USD 96.232 atau sekitar Rp 1,64 miliar pada perdagangan Kamis terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari data inflasi AS yang lebih moderat dan perkembangan regulasi kripto di negara tersebut. Bitcoin naik sekitar 3,6% menjadi USD 96.876, sedangkan Ethereum menguat 4,8% dan XRP mengalami kenaikan sebesar 1,4%. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebut bahwa reli ini terjadi setelah data CPI AS bulan Desember menunjukkan inflasi yang terkendali, memberikan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga. Data CPI AS yang menunjukkan kenaikan 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, serta inflasi inti yang naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% tahunan, meningkatkan harapan pasar terhadap pelonggaran likuiditas ke depan. Selain itu, diperkenalkannya draf RUU “Digital Asset Market CLARITY Act” juga memberi dorongan positif karena bertujuan untuk mengklarifikasi klasifikasi aset kripto dan memberikan wewenang lebih luas kepada CFTC dalam mengawasi pasar spot kripto. Kombinasi faktor makroekonomi dan regulasi ini dianggap sebagai pendorong utama bagi pergerakan harga Bitcoin, dengan pasar mulai mengantisipasi masuknya modal institusional berkat kepastian regulasi yang semakin konstruktif.

Source link