PDI Perjuangan tidak menunjukkan reaksi keras terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang menyebut Jawa Tengah sebagai target “kandang gajah”. Partai berlambang banteng itu memilih bersikap tenang dan tidak terpancing oleh ambisi politik tersebut. Jawa Tengah dikenal luas sebagai basis suara terkuat PDIP. Dominasi partai tersebut dalam pemilu baik legislatif maupun eksekutif membuat wilayah ini dijuluki “kandang banteng”. Kekuatan politik itu telah teruji melalui kemenangan beruntun dalam pemilihan gubernur serta solidnya dukungan di tingkat kabupaten dan kota.
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, respons PDIP yang cenderung datar menyimpan pesan politik tersendiri. Sikap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang normatif dan biasa saja menunjukkan bahwa fokus internal PDIP adalah hal yang lebih penting, termasuk konsolidasi partai dan keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan, seperti penanganan bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera. PDIP tampaknya menempatkan pernyataan PSI sebagai isu yang tidak terlalu krusial dan tidak merespons dengan serangan balik atau pernyataan keras.
Adi juga menyebut PDIP melihat kontestasi politik sebagai proses yang ditentukan oleh rakyat melalui pemilu, sementara agenda politik elektoral masih panjang. Di tengah situasi bencana dan tantangan sosial, wacana persaingan elektoral bukanlah prioritas utama, menegaskan bahwa membicarakan politik elektoral tidak produktif. Saat ini, isu kemanusiaan jauh lebih relevan daripada persaingan politik.



