Pengusaha Madura yang merupakan anggota Ormas Madas Nusantara mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta untuk melakukan pembongkaran Monorel dengan nilai Rp 1.300.000.000. Mereka menawarkan untuk mengambil alih seluruh biaya termasuk mobilisasi, alat berat, dan tenaga kerja agar proses pembongkaran menjadi tanggungjawab perusahaan. Menurut Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH, mereka tidak mengetahui biaya pembongkaran sebesar Rp 100 miliar yang disebutkan sebelumnya oleh aktivis DKI Jakarta. Mereka bahkan bersedia membeli hasil besi-besi bekas dari Monorel setelah proses pembongkaran selesai.
Dalam surat resmi yang mereka kirimkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Madas Nusantara menyatakan kesediaan untuk mengambil alih seluruh proses pembongkaran Monorel, mulai dari mobilisasi, alat berat, hingga tenaga kerja. Mereka juga menawarkan harga Rp 1.300.000.000 untuk besi-besi bekas hasil pembongkaran yang akan diberikan kepada Pemda DKI Jakarta. Jusuf Rizal menegaskan bahwa Madas Nusantara tidak terlibat dalam anggaran sebelumnya sebesar Rp 100 miliar yang disebutkan dalam konteks pembongkaran Monorel.
Ormas Madas Nusantara sendiri merupakan salah satu pendukung Pramono Anung-Rano Karno saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Mereka adalah organ pendukung yang belum diakomodasi dalam Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini. Jusuf Rizal sendiri saat ini fokus pada usaha rongsokan, besi tua, dan pembongkaran bangunan untuk mendukung pengembangan program organisasinya. Ia menepis spekulasi bahwa Madas Nusantara terlibat dalam proyek pembongkaran Monorel dengan anggaran fantastis sebesar Rp 100 miliar. Jusuf Rizal menegaskan bahwa mereka siap untuk diaudit demi menjaga transparansi atas segala kecurigaan yang muncul.





