Banjir bandang akibat curah hujan ekstrem melanda enam kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Desember 2025 ini, memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Kalsel segera mengaktifkan status siaga bencana yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menghadapi bencana hidrometeorologi ini. Langkah cepat ini efektif dalam meminimalkan korban jiwa dan dampak sosial yang lebih luas yang disebabkan oleh debit air meluap drastis akibat curah hujan ekstrem, dengan ketinggian genangan mencapai setinggi atap rumah di beberapa titik. Enam kabupaten yang terdampak parah meliputi Tabalong, Balangan, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut. Bencana ini menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar yang terjadi di wilayah Kalimantan pada penghujung tahun 2025. Di Kabupaten Balangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 1.466 rumah terendam dan 1.615 kepala keluarga terdampak langsung. Proses evakuasi warga terdampak dilakukan secara masif ke posko-posko pengungsian yang telah disiapkan. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan bahwa respons cepat penanganan bencana ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dini yang telah disiapkan pemerintah daerah sejak November.
Banjir Bandang Kalsel: Siaga Dini Demi Tekan Dampak Banjir





