Volatilitas masih menjadi tantangan utama bagi investor kripto sepanjang tahun 2025. Setelah mencapai level tertinggi pada Oktober lalu, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan. Hal ini mendorong investor untuk mencari strategi diversifikasi guna mengurangi risiko dan menjaga stabilitas portofolio aset digital mereka. Meskipun fluktuasi harga sudah lazim dalam pasar kripto, para pakar menilai bahwa pendekatan yang lebih terukur sangat penting mengingat semakin banyaknya investor ritel dan institusi yang berpartisipasi.
Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale Investments, mengatakan bahwa kripto tetap menawarkan karakteristik imbal hasil yang berbeda dengan instrumen keuangan konvensional. Untuk mengelola risiko dengan baik, investor perlu memastikan alokasi investasi kripto sesuai dengan profil risiko mereka masing-masing. Meskipun beberapa penasihat keuangan merekomendasikan alokasi hingga 40% dari total aset, bagi investor konservatif, pendekatan tersebut dianggap terlalu agresif. Sebagai aturan praktis, banyak penasihat menyarankan agar alokasi kripto tidak melebihi 5% dalam portofolio yang seimbang.
David Siemer, CEO Wave Digital Assets, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan risiko dengan aset selain kripto. Dia menekankan agar investor memastikan portofolio mereka tidak terlalu terfokus pada aset kripto saja, namun juga mempertimbangkan saham dan obligasi yang lebih stabil. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk menyeimbangkan potensi keuntungan dan risiko dalam berinvestasi.




