Penelitian Terbaru: Kurang Tidur Berpotensi Memperpendek Harapan Hidup

by -65 Views

Penelitian terbaru di Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa kurang tidur merupakan faktor terpenting yang berhubungan dengan harapan hidup yang lebih pendek, hampir sejajar dengan dampak merokok terhadap risiko kematian dini. Tim peneliti dari Oregon Health & Science University melakukan penelitian terkait hubungan tidur dengan umur panjang, dengan menganalisis data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di lebih dari 3.000 wilayah di AS dari tahun 2019 hingga 2025. Tidur yang cukup didefinisikan sebagai tujuh jam tidur per malam, sesuai dengan rekomendasi American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society.

Peneliti membandingkan angka harapan hidup rata-rata di setiap wilayah dengan jumlah penduduk yang melaporkan tidur cukup, sambil mengendalikan faktor-faktor lain seperti merokok, pola makan, aktivitas fisik, dan kesepian. Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah dengan lebih banyak penduduk yang tidur kurang dari tujuh jam cenderung memiliki harapan hidup yang lebih rendah. Dr. Andrew McHill, salah satu peneliti, menyatakan bahwa hubungan antara tidur dan harapan hidup ternyata sangat signifikan, melebihi ekspektasi.

Dr. McHill menekankan pentingnya tidur bagi kesehatan, menyatakan bahwa orang harus berusaha mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Penelitian ini menegaskan bahwa tidur sebaiknya diprioritaskan sama pentingnya dengan pola makan dan olahraga. Tidur yang cukup tidak hanya meningkatkan perasaan, tetapi juga dapat memperpanjang umur. Temuan ini menunjukkan bahwa tidur malam yang berkualitas merupakan investasi penting bagi kesehatan dan umur panjang.

Source link