HashKey, bursa kripto terbesar di Hong Kong, mengalami debut yang kurang menggembirakan di Bursa Efek Hong Kong. Meskipun berhasil mengumpulkan dana besar melalui penawaran umum perdana (IPO), harga saham HashKey hanya naik sekitar 3 persen pada hari perdagangan pertama. Namun, harga saham ini akhirnya melemah, turun menjadi USD 6.670 pada Rabu sore.
Dalam IPO, HashKey berhasil mengumpulkan dana sekitar 1,6 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 3,43 triliun. Meskipun harga saham ditetapkan di level 6,68 dolar Hong Kong per saham, dekat dengan batas atas kisaran harga yang ditawarkan, respons pasar terhadap debutnya terbilang terbatas. Hal ini terjadi seiring dengan kondisi pasar aset kripto global yang sedang bergejolak dan tertekan dalam beberapa pekan terakhir.
Meskipun demikian, HashKey tetap optimis terhadap prospek industri aset digital, terutama di kawasan Asia. Dengan beroperasi dalam lingkungan regulasi Hong Kong yang lebih terbuka terhadap aset kripto dibandingkan dengan China daratan yang telah memberlakukan larangan terhadap mata uang kripto sejak 2021, HashKey menaruh harapan besar pada pertumbuhan pasar aset digital di wilayah tersebut.




