Keluarga Agnelli dari Italia menegaskan bahwa mereka tidak akan menjual Juventus kepada grup kripto Tether. CEO perusahaan induk Juventus, Exor, John Elkann, menolak tawaran mengejutkan dari Tether. Dalam sebuah pidato video langka, Elkann menyatakan bahwa Juventus, beserta sejarah dan nilai-nilainya, tidak ada harganya.
Tether, perusahaan yang berbasis di El Salvador dan dipimpin oleh Paolo Ardoino, seorang pendukung Juventus, telah mengajukan proposal tunai untuk membeli saham Exor di klub tersebut. Mereka bahkan berencana untuk membuat penawaran tender publik untuk saham-saham Juventus dengan harga yang sama, dengan rencana investasi sebesar satu miliar euro.
Meskipun Tether menawarkan harga lebih tinggi dari penutupan saham Juventus, Exor dengan suara bulat menolak tawaran tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak berniat menjual saham klub kepada pihak ketiga. Juventus sendiri belum mencatat laba bersih selama bertahun-tahun, dan saham klub tersebut turun 27 persen sepanjang tahun tersebut.
Tether, yang dikenal sebagai penerbit stablecoin yang mengacu pada dolar AS, telah membangun kepemilikan saham di Juventus hingga lebih dari 10 persen. Dengan mengakuisisi saham klub sepak bola Eropa tersebut, Tether berharap untuk mendapatkan kredibilitas di kalangan elit benua tersebut, sambil meningkatkan popularitasnya secara luas.
Meskipun demikian, Exor dan Keluarga Agnelli tetap teguh dalam keputusannya untuk tidak menjual Juventus kepada Tether. Kesepakatan antara kedua pihak pun tidak terwujud, dengan klub tetap berada di tangan Agnelli dan Exor.





