Kepala BNPB Klarifikasi Soal Tenda Pengungsi di Aceh Tamiang

by -134 Views

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memberikan tanggapan terhadap kekhawatiran publik mengenai lambatnya distribusi tenda pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Menurut Suharyanto, tenda-tenda tersebut dikirim begitu jalur darat terbuka menuju wilayah terdampak bencana. Sebanyak 30 tenda besar dan 1.000 tenda keluarga telah disalurkan, dengan jumlah tersebut akan terus bertambah. Sebelumnya, beredar informasi bahwa tenda-tenda BNPB baru dipasang menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana, bahkan warga mengungsi di bawah jembatan selama lebih dari seminggu. Menyikapi hal ini, Suharyanto menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi tenda bukan karena alasan politis, melainkan karena akses. Sebelum jalur darat dibuka, prioritas adalah pengiriman makanan dan kebutuhan dasar lewat udara karena keterbatasan kapasitas helikopter untuk membawa tenda. Suharyanto juga memastikan bahwa dirinya adalah pejabat pertama yang memasuki Aceh Tamiang pasca-bencana untuk melakukan pendataan langsung di lapangan, dan salah satu kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah tenda pengungsian dan tenda keluarga. Wilayah Aceh Tamiang baru dapat dilalui kendaraan darat dalam beberapa hari terakhir melalui jalur Medan, setelah itu, BNPB fokus pada pengiriman bantuan logistik dalam skala besar. Suharyanto menekankan pentingnya distribusi bantuan yang cepat, merata, dan transparan, serta mengajak media untuk memberikan informasi secara objektif dan melibatkan berbagai pihak dalam proses tersebut. Kritik publik diharapkan dapat mendorong peningkatan respons dan pelayanan BNPB di lapangan, sementara BNPB berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem logistik dan komunikasi guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi tanpa menunggu momen seremonial atau kunjungan pejabat.

Source link