Impor Minyak Berdampak Negatif Pada Pertumbuhan Ekonomi – Rp523 Triliun/Tahun

by -101 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyoroti masalah serius dalam struktur energi nasional yang masih terlalu bergantung pada impor. Ketergantungan pada impor minyak mentah dan BBM menyebabkan kebocoran devisa hingga Rp523 triliun setiap tahun. Menurut Bahlil, jika Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor minyak, hal ini akan memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

Bahlil menegaskan bahwa pemangkasan impor BBM akan membuat devisa tetap berada di dalam negeri dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Dia juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa meningkat minimal 2-3 persen jika defisit energi dapat dikurangi.

Data tahun 2024 menunjukkan ketimpangan besar antara produksi dan konsumsi minyak di dalam negeri. Produksi hanya mencapai 221 juta barel sementara kebutuhan impor mencapai 313 juta barel, dengan sektor transportasi menjadi pengguna terbesar. Selain minyak, Indonesia juga mengalami ketergantungan tinggi pada LPG, di mana kekurangan sebanyak 7,2 juta ton per tahun harus dipenuhi dengan impor.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menyiapkan strategi transisi energi, seperti mengandalkan produksi gas alam cair domestik tanpa impor, implementasi B50 untuk menekan impor solar, dan kebijakan campuran etanol 10 persen pada BBM mulai berlaku pada 2027. Semua kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan devisa negara.

Source link