Sejarah Black Friday: Tradisi Belanja Pasca Thanksgiving

by -31 Views

Black Friday, yang diselenggarakan setiap Jumat setelah Thanksgiving di bulan November, dikenal sebagai salah satu hari belanja tersibuk di Amerika Serikat. Acara ini ditandai dengan aktivitas belanja yang ramai, di mana orang-orang berburu diskon besar dan penawaran spesial di berbagai toko dan pusat perbelanjaan. Selain itu, Black Friday juga menandai dimulainya musim liburan Natal di AS dan fenomena ini telah menyebar ke negara-negara lain, termasuk diskon besar di platform e-commerce.

Awalnya, istilah “Black Friday” tidak berhubungan dengan belanja, melainkan merujuk pada peristiwa kepanikan finansial pada tahun 1869. Namun, istilah ini kemudian digunakan secara khusus untuk menggambarkan fenomena masyarakat AS berbelanja sehari setelah Thanksgiving pada tahun 1950-an. Namun, awalnya, istilah ini disalahartikan oleh para peritel karena memiliki konotasi negatif. Meskipun demikian, mereka akhirnya menerima istilah tersebut dan mencoba mengubah narasinya secara positif untuk menunjukkan bahwa itu adalah hari “untung” bukan hari rugi.

Sejak saat itu, Black Friday semakin populer setiap tahunnya dan menjadi simbol dari aktivitas berbelanja yang dipenuhi dengan diskon besar dan penawaran menarik. Acara ini telah menjadi tradisi yang dinantikan banyak orang di seluruh dunia.

Source link