Pengungkapan Penelitian: Berpuasa Tidak Mempengaruhi Kemampuan Berpikir

by -59 Views

Penelitian terbaru dari Inggris telah memperkuat hipotesis bahwa melewatkan makan saat berpuasa tidak memperlambat kemampuan berpikir seseorang. Studi ini, yang dipublikasikan oleh Asosiasi Psikologi Amerika, menunjukkan bahwa ketika seseorang berpuasa, kemampuan kognitifnya tetap stabil dan tidak menyebabkan mudah marah seperti yang dipercayai banyak orang terkait fenomena “hangry”.

Dilakukan dengan menggabungkan 71 studi sebelumnya yang membandingkan kinerja kognitif individu yang sedang berpuasa dengan mereka yang baru saja makan, penelitian ini melibatkan hampir 3.500 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun tubuh sedang berpuasa, fungsi kognitif tetap stabil karena tubuh manusia memiliki mekanisme cadangan energi yang menjaga otak tetap mendapatkan pasokan energi.

Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa puasa memicu perubahan metabolisme yang penting, di mana tubuh menggunakan keton dari jaringan lemak sebagai sumber energi alternatif. Bukti-bukti menunjukkan bahwa penggunaan keton dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan mengatur sistem hormon, serta proses perbaikan sel yang berkaitan dengan umur panjang.

Meskipun demikian, penurunan performa otak bisa terjadi setelah berpuasa lebih dari 12 jam, terutama pada anak-anak. Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan penurunan performa yang signifikan saat berpuasa, namun penelitian sebelumnya telah menegaskan manfaat kognitif yang stabil dari sarapan bagi kelompok usia muda.

Penelitian juga menemukan bahwa penurunan kinerja otak sering terjadi saat seseorang melakukan tugas yang berhubungan dengan makanan, seperti melihat gambar makanan atau memproses kata-kata bertema makanan. Meski demikian, fungsi kognitif umumnya tetap stabil meskipun rasa lapar bisa mengalihkan daya kognitif atau menyebabkan distraksi dalam konteks tertentu.

Source link