Pada akhir September lalu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia meluncurkan EU Investment Desk, yang didukung oleh anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari. Dikatakan bahwa EU Investment Desk bertujuan sebagai platform kerja sama untuk mempercepat investasi dari Uni Eropa ke Indonesia, sejalan dengan proses negosiasi IEU-CEPA. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi di dalam negeri dan membuat ekosistem investasi nasional lebih menarik bagi para investor asing dari Eropa. Ratna Juwita Sari juga menyoroti pentingnya kepercayaan investor kepada pemerintah sebagai modal dalam membangun pembangunan nasional berbasis investasi, meningkatkan daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi.
Dengan total volume perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai USD 31 miliar, pemerintah menargetkan mencapai USD 60 miliar pada 2030 setelah disepakatinya IEU-CEPA. Ratna Juwita Sari berharap peningkatan perdagangan dapat memperkuat sektor energi, khususnya dalam mendukung transisi energi dan swasembada energi nasional. Pembentukan EU Investment Desk diharapkan dapat membantu dalam pendanaan infrastruktur energi berbasis EBET dan menjadi momentum bagi Indonesia mengingat fokus negara-negara Eropa pada pengembangan energi non-fosil. Langkah ini juga diharapkan akan memberi dampak positif tidak hanya pada negara-negara Eropa, tetapi juga pada Global South Countries, mengingat Indonesia merupakan anggota BRICS.





