Kepemimpinan stablecoin sedang mempersiapkan diri untuk mengambil alih pasar di luar USD, menurut analis kripto dan investor Nic Puckrin dari platform The Coin Bureau. Meskipun upaya dilakukan untuk meluncurkan stablecoin berdenominasi euro, seperti yang dilakukan oleh Circle dengan EURC-nya, namun minat terhadap token berdenominasi USD tetap lebih tinggi. Hal ini menunjukkan minat yang masih rendah dari pasar ritel terhadap stablecoin euro hingga saat ini.
Namun, dengan produk yang tunduk pada regulasi yang lebih ketat, seperti yang akan diatur oleh MiCAR (Markets in Crypto-Assets Regulation) Uni Eropa, bisa menjadi pendorong meningkatnya minat di kawasan Eropa, terutama di kalangan investor dan institusi yang lebih mengutamakan faktor risiko. Nic Puckrin juga menunjukkan bahwa stablecoin yang diluncurkan oleh bank mungkin akan dianggap lebih rendah risiko dan diterima dengan baik oleh pasar ritel. Namun, dia juga menyoroti bahwa kepatuhan dan pengawasan yang lebih ketat bisa membuat sebagian pendukung privasi dan penggemar kripto merasa enggan. Dengan begitu, perihal ini dapat dianggap sebagai dua sisi mata uang yang sama.
Dengan minimnya adopsi stablecoin euro, terdapat harapan bahwa dengan regulasi yang lebih ketat dapat mendorong pertumbuhan dan permintaan stabilcoin di Eropa. Segala aspek ini menunjukkan pentingnya peran regulasi dalam mengatur pasar kripto dan memengaruhi minat serta adopsi dari masyarakat pengguna.
Konsorsium Bank Eropa Merilis Stablecoin Baru





