Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan abolisi kepada Thomas Lembong dan memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto pada 31 Juli 2025 dianggap sebagai langkah besar yang akan berdampak luas pada politik nasional hingga Pilpres 2029. Seorang pengamat politik senior, Prof. Ikrar Nusa Bhakti, menilai bahwa dampak kebijakan ini terutama dirasakan oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Ikrar, posisi Jokowi menjadi sulit karena dinamika politik baru ini. Ia menambahkan bahwa Jokowi sedang memperkuat fondasi kekuasaan keluarganya untuk memastikan dominasi di pemilu berikutnya. Namun, situasi diprediksi akan berubah secara signifikan ketika memasuki tahun 2029, terutama jika wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka muncul. Ikrar juga menyebutkan kemungkinan adanya dukungan dari Prabowo terhadap pemakzulan Gibran, terutama jika hal itu dianggap sesuai dengan kepentingan rakyat secara umum.
Politik Prabowo vs Jokowi: Dinasti Terancam?





