Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja semakin meningkat dan menjadi perhatian serius parlemen Indonesia. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan pentingnya Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah aktif dalam melindungi keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah yang terdampak konflik. DPR terus memantau perkembangan situasi, terutama terkait upaya gencatan senjata yang diusulkan oleh pihak Kamboja. Harapannya adalah agar ketegangan mereda dan tidak diperlukan langkah-langkah evakuasi yang lebih ekstrem.
Konflik antara Thailand dan Kamboja memasuki hari kedua dengan eskalasi yang semakin memanas, menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Inisiden ini menjadi yang paling mematikan dalam lebih dari satu dekade terakhir antara kedua negara tersebut. Militer Thailand melaporkan serangan bertubi-tubi dari pihak Kamboja dengan penggunaan senjata berat, seperti artileri dan roket BM-21. Pasukan Thailand memberikan respons militer sesuai dengan situasi taktis di lapangan.
DPR mendesak Kemlu untuk bergerak lebih cepat dan efektif dalam menjaga keamanan WNI di tengah konflik Thailand dan Kamboja. Semua pihak berharap situasi dapat kembali kondusif dan gencatan senjata bisa tercapai. Pihak Kamboja juga telah menampilkan sinyal positif terkait rencana gencatan senjata, memberikan harapan bagi penyelesaian damai atas konflik ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mengakhiri konflik dan menghindari terjadinya korban lebih lanjut.



